Ingin jadi bagian dari kami? dan berdonasi untuk berdakwah. Silahkan Klik Disini

Yuk Ngaji Bersama Ustad Faizar: Antara Ada dan Tiada

Yuk Ngaji Bersama Ustad Faizar bersama Djuguran Ngaji dengan tema Antara Ada dan Tiada, Sesi ke 13.
Yuk Ngaji Bersama Ustadz Faizar: Antara Ada dan Tiada

Yuk Ngaji Besama Ustadz Faizar - Alhamdulillah Djuguran Ngaji bersama Forum Komunikasi Pemuda Walik (FKPW) dengan dalam sesi ke 13 dengan pengisi tausiyah Ustadz Faizar dari Sokaraja, Purwokerto. Dengan tema Antara Ada dan Tiada di Masjid Subulussalam, Kec. Walik, Purbalingga.

Biografi Singkat Ustadz Faizar

Sebagai pembicara dalam acara Djuguran Ngaji, tidak baik jika kita tidak mengenal beliau. Karena ada sebuah pepatah mengetakan "Tak Kenal Maka Tak Sayang". Untuk itu kami akan memberikan sedikit biografi tetang Ustadz Faizar.

Ustad Muhammad Faizar asli dari Sokaraja, Purwokerto. Beliau merupakan Founder atau pendiri dari Organisasi Arsyada Yadaka. Organisasi yang berpusat di Jl. Raya KH. Ahmad Dahlan Larangan Desa Kembaran RT. 01, RW. 01, Kec. Kembaran, Kab. Banyumas, dan bergerak di bidang peruqyahan secara syariah.

Ustad Muhammad Faizar, beliau lebih dikenal aktif dalam Ruqyah Syariah. Beliau juga sudah sering muncul di salah satu acara di TV. Pada acara TV itu Ustadz Faizar melakukan Ruqyah Syariah dengan membacakan ayat-ayat suci Al Quran.

Lalu apa itu Ruqyah Syariah? Ruqyah Syariah adalah metode pengobatan dengan cara dibacakan ayat suci Alqur'an, sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagaimana yang dicontohkan Rosullah SAW. 

Tema: Antara Ada dan Tiada

Yuk Ngaji Bersama Ustad Faizar: Antara Ada dan Tiada

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, tema sesi ke 13 adalah antara ada dan tiada. Mungkin terdengar seperti judul musik yang menjadi soundtrak sebuah film "Disini Ada Setan" di tahun 2005-an. Sesuai judul tema, pada pembahasan kali ini pada dunia kalangan jin.

Hakikat Jin

Pada sesi pembuka Ustadz Faizar menjelaskan tentang Hakikat Jin. Jin adalah Mahkluk yang sama seperti manusia, secara kewajiban dan perangkatnya sama seperti manusia. Maka dari itu dalam Al Qur'an dijelaskan pada surat Adz-Dzariyat pada ayat 56.

Surat Adz-Dzariyat Ayat 56

"dan tidaklah Aku (Allah SWT)menciptakan jin dan manusia, kecuai untuk menyembahku".

Tentu jika dilihat dari ayat itu sudah dipastikan secara kewajiban sama, bahkan perangkat-perangkatnya pun sama. Manusia dibekali akal, jin pun diberi akal. Manusia diberikan hati, jin pun diberikan hati. Manusia membutuhkan makan, jin pun membutuhkan makan. Manusia bisa mati, jin pun bisa mati.

Hakikat Jin dan Manusia

Seperti pada surat Al-A'raf ayat 179

surat Al-A'raf ayat 179

"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang lalai.

Dan dari ayat tersebut kewajiban manusia dan jin pun sama. Manusia diwajibkan sholat, jin pun juga diwajibkan sholat. Manusia diwajibkan untuk masuk islam, jin pun diwajibkan masuk islam. Manusai diwajibkan zakat, jin pun diwajibkan zakat. Manusia wajib puasa di bulan Ramadhan, jin pun wajib berpuasa.

Namun antara jin dan manusia memiliki satu Rasul, yaitu Muhammad SAW. Tetapi Rasullah memiliki sahabat dari golongan jin bernama Zaubaah, ini dijelaskan dalam kitab Al Mustadrak Al Hakim.

Penciptaan Jin dan Manusia

Walau secara perangkat sama, namun penciptaan jin dan manusia berbeda. Manusia diciptakan dari tanah liat yang basah dan ditiupkan ruh. Sedangkan jin diciptakan dari api.

Ada sebuah hipotesa dari ilmuan Mesir, bahwa kemungkinan selain unsur penciptaan jin itu adalah api, besar kemungkinan jin ini tercipta dari plasma(Gas yang dapat menghantarkan energi listrik).

Ciri Manusia Kemarasukan Jin

Maka dari itu, jika jin masuk tubuh manusia maka elektromaknetik yang berhubungan dengan emosi bertambah. Ini yang menyebakan emosi manusia labil. Dan setiap makhluk Allah memiliki 4 elemen dasar penciptaannya, yaitu api, air, udara, dan tanah.

Manusia sendiri didominasi tanah dan air, sedangkan jin yang mendominasi adalah gas, udara dan api. Maka dari itu jin lebih sombong dan emosi.

Jika manusia dimasuki jin, maka mereka akan merasakan tidak enak badan seperti masuk angin. Ini karena unsur api dan udara lebih dominan. Ustadz Faizar juga menjelaskan orang yang dimasukin jin lebih sering diserang pada bagian pencernaannya. 

Ustad Faizar juga menjelaskan hadist yang riwatkan oleh imam At-Tirmidzi tentang menguap, Apabila salah seorang menguap, maka tututp tangannya dengan tangannya, karena disaat itulah setan mau masuk kemulutnya. Jadi menguap aktifitasnya setan.  

Perbedaan Setan dan Jin

Setan dari kata Syaitona yang artinya jauh dari kebaikan, jauh dari sifat rendah hati (sifatnya merugikan, meninggin dan angkuh). Setan ini bukan hanya dari golongan jin saja. Seperti penjelasan pada surat Al An-am ayat 112,

surat Al An-am ayat 112

"dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikan ke sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan."

Jadi sangatlah jelas, bahwa setan bukan hanya dari kalangan jin, namun juga dari kalangan manusia. Tetapi, sifat setan yang dijelaskan dalam Al Qur'an disandarkan pada jin-jin kafir. Padahal, manusia yang jahat juga termaksud golongan setan.

Untuk lebih jelasnya kalian bisa simak video Yuk Ngaji bersama Ustadz Faizar dengan Tema Antara Ada dan Tiada pada Channel Youtube Djuguran Ngaji Sesi ke 13.

Video Yuk Ngaji bersama Ustadz Faizar: Antara Ada dan Tiada.

Posting Komentar

Copyright © Djuguran Ngaji - 2010 Developed by Jago Desain